Analis AAA Aset Manajemen Akuntino menilai, pelemahan IHSG dan rupiah dimungkinkan karena masih sepinya perdagangan usai lebaran. Investor justru masih melanjutkan aksi ambil untung atau profit taking.
"Perdagangan belum terlalu ramai. Masih awal perdagangan. Beberapa investor ambil untung. Rupiah melemah mungkin beberapa emiten butuh dolar untuk bayar dividen," ujar dia saat dihubungi detikFinance, Senin (4/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG agak melemah tapi asing malah banyak masuk, net buy sempat Rp 600 miliar tadi pagi. Sepertinya investor asing masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap pasar modal Indonesia," ujar dia.
Akuntino menambahkan, investor lokal saat ini masih banyak melakukan aksi ambil untung yang berdampak pada pelemahan IHSG. Namun begitu, secara fundamental kondisi pasar keuangan masih normal.
"Market minus tapi asing banyak masuk. Kemungkinan investor lokal masih melanjutkan aksi profit taking, jadi mungkin beberapa investor keluar dulu. Tapi pelemahan ini tidak ada pengaruh fundamental," kata dia.
Seperti dikutip dari Reuters, hari ini, dolar AS berada di posisi Rp 11.735. Nilai dolar AS menguat terhadap rupiah, karena pada penutupan perdagangan di Jumat (25/7/2014) sebelum libur lebaran, dolar berada di posisi Rp 11.565.
Untuk IHSG, pada hari ini dibuka terpangkas 21,259 poin (0,42%) ke level 5.067,343. Indeks LQ45 dibuka terkoreksi 4,328 poin (0,50%) ke level 863,969.
(drk/dnl)











































