Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 12,575 poin (0,25%) level 5.076,227. Indeks dan rupiah sama-sama melemah membuka perdagangan perdana setelah Lebaran. Maraknya sentimen negatif jadi penyebabnya.
Indeks sulit bergerak ke atas gara-gara aksi jual yang sudah cukup ramai sejak pembukaan perdagangan. Namun munculnya aksi beli selektif menyelamatkan IHSG dari zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sektoral di lantai bursa bergerak variatif, beberapa ada yang masih di zona merah gara-gara kena aksi jual. Saham-saham tambang malah naik cukup tinggi di antara sektor lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Juli 2014 sebesar 0,93% secara bulanan. Sementara secara tahunan 4,53%.
Perdagangan siang hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 168.535 kali dengan volume 3,906 miliar lembar saham senilai Rp 5,01 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 159 turun, dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa regional siang hari ini bergerak mixed, hanya bursa Hong Kong dan Tiongkok yang mampu menguat, Sentimen negatif dari situasi geopolitik di Gaza, Irak, dan Ukraina masih membayangi pelaku pasar.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 11,67 poin (0,08%) ke level 15.511,44.
- Indeks Hang Seng naik 83,18 poin (0,34%) ke level 24.615,61.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 24,96 poin (1,14%) ke level 2.210,27.
- Indeks Straits Times melemah 20,34 poin (0,61%) ke level 3.324,08.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 625 ke Rp 26.075, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 24.450, Bina Dana (ABDA) turun Rp 425 ke Rp 5.075, dan Matahari (LPPF) turun Rp 325 ke Rp 14.175.
(ang/hds)











































