Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,820 poin (0,07%) ke level 5.123,065. Indeks bergerak datar meski sempat dibuka di teritori positif. Munculnya aksi lepas saham membuat indeks bergerak ke bawah secara perlahan.
Investor asing mulai terlihat melepas saham. Pasalnya investor asing sudah menanam dana cukup banyak di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya dua sektor industri di lantai bursa yang masih bisa menguat, yaitu sektor pertambangan dan konstruksi. Koreksi terdalam dialami sektor aneka industri.
Perdagangan siang hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 140.649 kali dengan volume 3,096 miliar lembar saham senilai Rp 2,978 triliun. Sebanyak 103 saham naik, 167 turun, dan 71 saham stagnan.
Koreksi juga terjadi di bursa-bursa regional. Aksi jual membuat bursa Asia berjatuhan, kecuali bursa saham Singapura. Sentimen negatif konflik geopolitik internasional masih membayangi pelaku pasar.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 31,38 poin (0,20%) ke level 15.443,12.
- Indeks Hang Seng menipis 27,45 poin (0,11%) ke level 24.572,63.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 6,91 poin (0,31%) ke level 2.216,42.
- Indeks Straits Times naik 10,74 poin (0,32%) ke level 3.329,14.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 3.275 ke Rp 13.450, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 30.875, Mayora (MYOR) turun Rp 525 ke Rp 29.375, dan Bina Dana (ABDA) turun Rp 475 ke Rp 4.600.
(ang/hds)











































