Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mencari calon direktur utama PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) untuk periode berikutnya. Dirut baru ini akan menggantikan Emirsyah Satar yang segera habis masa jabatannya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan punya kriteria atau syarat tersendiri bagi mereka yang ingin mengisi posisi bos BUMN penerbangan itu. Syarat pertama adalah calon Dirut Garuda harus punya integritas yang tinggi.
"Pertama integritas, artinya nggak boleh main korupsi, nggak boleh terima komisi, nggak boleh main nepotisme, nggak boleh keluarga ikut campur di perusahaan. Pokoknya integritas," kata Dahlan usai Rapat Pimpinan BUMN di Kantor Pusat Perikanan Nusantara di Jakarta, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua tentu mengerti keuangan karena Garuda banyak masalah keuangan," jelasnya.
Syarat terakhir adalah memiliki pengalaman memimpin perusahaan skala nasional atau internasional. "Ketiga tahu cara mengendalikan perusahaan besar," terangnya.
Dahlan belum mau menyebut nama calon kandidat bos Garuda, apakah dari internal atau eksternal korporasi. Jika dari eksternal alias belum pernah menjabat direksi BUMN maka Kementerian BUMN akan melakukan fit and proper test atau familiar disebut uji kepatutan dan kelayakan
"Kalau dari luar BUMN ada fit and proper. Kalau sudah jadi dirut di BUMN, dia nggak perlu," katanya.
(feb/ang)











































