Rusia Larang Wilayah Udaranya Dilewati, Ini Kata Garuda Indonesia

Rusia-AS Perang Dingin (Lagi)?

Rusia Larang Wilayah Udaranya Dilewati, Ini Kata Garuda Indonesia

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2014 13:32 WIB
Rusia Larang Wilayah Udaranya Dilewati, Ini Kata Garuda Indonesia
Cengkareng -

Pemerintah Rusia berencana melarang maskapai asing, terutama asal Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) terbang melewati wilayah udaranya. Lantas bagaimana tanggapan maskapai RI seperti Garuda Indonesia yang memiliki rute ke Eropa.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar menegaskan pesawat Garuda Boeing 777-300 ER yang terbang langsung (direct flight) Jakarta-Amsterdam tidak melalui rute yang berada di atas wilayah udara Rusia dan sekitarnya.

"Kita nggak lewat situ. Kita nggak lewat wilayah yang dikenal dengan tiger road," kata Emir di Kantor Pusat Garuda, Cengkareng, Jumat (8/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Garuda Pujobroto menjelaskan Garuda memang tidak melewati rute-rute rawan alias tiger road sejak pengoperasian direct flight.

"Ke Eropa, kita pakai jalur Hongaria-Budapest kemudian lewat jalur Timur Tengah-India-Sri Lanka-Indonesia," kata Pujo.

Pujo membenarkan rute yang dilewati Garuda lebih panjang ketimbang melewati jalur udara seperti Rusia dan Ukraina. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar alias fuel.

"Kalau lewat jalur Ukraina lebih pendek. Kita dari dulu nggak lewat sana," jelasnya.

Pasca kejadian ribut-ribut ini, maskapai akan membayar premi asuransi lebih tinggi dari kondisi normal. Meski demikian, Pujo menegaskan transportasi udara masih menjadi moda paling teraman saat ini.

"Sebelulnya kalau mengikuti standar SOP internasional. Bisnis penerbangan paling aman. Sehari berapa juta penerbangan. Room accident kecil," paparnya.

Seperti diketahui, hubungan Rusia dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya kembali memanas. Kedua belah pihak saling berbalas sanksi.

Rusia membuka peluang memboikot semua penerbangan dari AS dan Uni Eropa. Maskapai penerbangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat tujuan Asia Pasifik bakal dilarang transit di Rusia.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan hal itu. Semua adalah buntut dari apa yang terjadi antara kedua belah pihak.

Dia menyebut keputusan final mengenai pelarangan maskapai dari AS dan Uni Eropa memang belum diambil. Namun yang pasti, Kremlin telah melarang pesawat dari Ukraina terbang di atas langit Rusia.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads