Situasi Politik Dalam Negeri Bisa Hambat Laju IHSG

Rekomendasi Saham

Situasi Politik Dalam Negeri Bisa Hambat Laju IHSG

- detikFinance
Senin, 11 Agu 2014 08:55 WIB
Situasi Politik Dalam Negeri Bisa Hambat Laju IHSG
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan lalu dengan turun 13 poin. Investor dibayang-bayangi sentimen negatif yang marak beredar, terutama dari luar negeri.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (8/8/2014), IHSG ditutup terpangkas 13,218 poin (0,28%) ke level 5.053,760. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 3,083 poin (0,36%) ke level 861,905.

Wall Street naik cukup tinggi merespons mundurnya tentara Rusia dari latihan militer yang sebelumnya dilakukan di perbatasan Ukraina. Kekhawatiran investor bisa sedikit mereda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones melonjak 185,66 poin (1,13%) ke level 16.553,93, Indeks S&P 500 menanjak ke level 22,02 poin (1,15%) ke level 1.931,59 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 35,9 poin (0,83%) ke level 4.370,9.

Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran yang positif jika melihat sentimen yang beredar dari pasar global dan regional. Namun situasi politik dalam negeri bisa memberi menghambat laju IHSG.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 203,14 poin (1,37%) ke level 14.981,51.
  • Indeks Straits Times bertambah 13,59 poin (0,41%) ke level 3.302,48.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini
Trust Securities
Pasca menguat sehari sebelumnya, tampaknya IHSG tidak mampu bertahan naik sendiri dibandingkan dengan laju bursa saham Asia lainnya yang melemah. Masih adanya tekanan negatif yang melanda laju bursa saham global turut berimbas pada IHSG sehingga pelaku pasar memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk profit taking. Mood pelaku pasar kembali terusik dengan masih maraknya sentimen negatif. Apalagi jika pelaku pasar mengkaitkan masalah sidang MK dengan laju pasar yang tentunya kami nilai akan sangat terkesan lebay. Pelemahan yang terjadi lebih disebabkan sentimen global dan mungkin ada imbas dari pengurangan jatah BBM bersubsidi yang dapat berpengaruh sesaat pada penurunan aktivitas beberapa sektor. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5068,72 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5043,53 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5066,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Senin (11/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5035-5044 dan resisten 5067-5087. Spinning di atas lower bollinger band (LBB ). MACD cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung turun. Laju IHSG mampu bertahan untuk tidak masuk pada kisaran target support (5025-5035) dan sempat berada di kisaran target resisten (5075-5095) meski akhirnya ditutup di bawahnya seiring kembali maraknya aksi jual. Masih silih bergantinya sentimen negatif membuat IHSG sulit untuk rebound namun, potensi pelemahan lanjutan bisa saja tertahan jika pelaku pasar memanfaatkan pelemahan tersebut untuk buy on weakness.

Waterfront Securities Indonesia
IHSG pada perdagangan Jumat 11 Agustus 2014 ditutup melemah 0,26% pada level 5053 setelah sempat menguat pada awal sesi. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp174,9 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat karena berkurangnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah. Data produktivitas dan upah pekerja di AS meningkat lebih besar dari perkiraan pada kuartal kedua. Pada pekan ini perhatian pasar kembali akan tertuju pada perkembangan geopolitik global, termasuk Ukraina, Iraq dan Jalur Gaza, selain mencermati valuasi saham. Penguatan dollar AS akhir-akhir ini kemungkinan akan tertahan dengan penguatan euro, karena investor meyakini bahwa Pemerintah Rusia akan mengurangi ketegangan di Ukraina. Beberapa data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini juga akan mempengaruhi pergerakan indeks. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya retail sales, business inventories, PPI, empire manufacturing, indu strial production dan Mich Sentiment. Dari domestik, pasar akan menanti hasil keputusan RDG BI pada hari Kamis dan mencermati perkembangan sidang MK mengenai keputusan KPU mengenai pilpres. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5008-5090. Rekomendasi: TLKM, SMCB, BBNI, PTBA, KLBF, PGAS, BMRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads