Sementara menurut data Reuters, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Sesi I tercatat Rp 11.665 per dolar AS. Menguat dibandingkan ketika pembukaan pasar yaitu Rp 11.715 per dolar AS.
Kepala Divisi Riset Mandiri Investasi Yusuf Ade Winoto menilai, kondisi tersebut didorong oleh perkembangan politik yang kondusif. Saat ini memang tengah bergulir proses penyelesaian sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), tetapi berjalan tanpa gejolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah mulai stabil diikuti kondisi politik yang juga kondusif. "Secara bertahap kondisi makro ekonomi Indonesia membaik, jadi keyakinan investor lebih kuat," katanya.
Namun, masih ada faktor risiko yang bisa membuat IHSG maupun rupiah terkoreksi. Terutama risiko eksternal, seperti konflik di Timur Tengah atau ketegangan antara Rusia dengan AS dan sekutunya.
"Kalau proses politik selesai, ke depan sentimen dari global misal krisis politik Irak, Ukraina, pertumbuhan ekonomi di zona AS dan Eropa, Tiongkok, masih akan menghadang," ujar dia.
(drk/hds)











































