Kepala Divisi Riset Mandiri Investasi Yusuf Ade Winoto menyebutkan, setidaknya seseorang perlu menyisihkan uangnya sebesar 20-30% dari jumlah uang yang ada di tabungan.
"Investasi idealnya 20-30% dari dana yang ditaruh di bank," kata Yusuf saat ditemui di sebuah restoran di bilangan Jakarta Pusat, Senin (11/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Reksadana menganjurkan dana yang diinvestasikan untuk dana ekstra jangka panjang. Disarankan reksadana terbuka sehingga bisa dibeli dan dijual kapan saja. Secara data historis, imbal hasil jauh lebih tinggi," terang dia.
Menurutnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih akan terus bertumbuh akan mendorong return reksadana saham.
"IHSG sampai akhir tahun kami perkirakan di kisaran 5.200. Return reksadana saham bisa 2-3% di atas IHSG. Kalau IHSG minus ya minus tapi diusahakan minus nggak terlalu besar," papar Yusuf.
Reksadana pendapatan tetap juga bisa dipilih oleh investor yang lebih moderat. Dengan acuan pergerakan obligasi, reksadana pendapatan tetap ini memberikan imbal hasil 9,5-10,5% per tahun.
"Reksadana pendapatan tetap acuan ke obligasi, ke BI rate, 2-3% di atas BI rate. Ini disarankan tidak untuk trading," tuturnya.
(drk/hds)











































