SBY Buka Perdagangan Saham BEJ
Senin, 03 Jan 2005 09:48 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka perdagangan saham awal tahun 2005 di BEJ. Dalam pidatonya, SBY menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap mengembangkan industri pasar modal meski di tengah suasana keprihatinan akibat berbagai bencana di tanah air. "Di tengah keprihatinan musibah di tanah air dan sesulit apapun keadaan yang dihadapi, pemerintah berjanji untuk mengembangkan industri pasar modal di Indonesia, Ini penting karena terkait dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi," demikian pidato SBY di depan para pelaku pasar di Gedung BEJ, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (3/1/2005).Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah menteri seperti Menkeu Jusuf Anwar, Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati, Meneg BUMN Soegiharto, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, pjs Ketua Bapepam Darmin Nasution, Ketua DPR Agung Laksono, Gubernur DKI Sutijoso dan seluruh Dirut SRO seperti BEJ, BES, KPEI, KSEI. SBY juga mengungkapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pelaku pasar modal di Indonesia sehingga indeks bisa menembus level tertingginya sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. "Saya menaruh harapan besar di tahun ini. Bursa saham lebih meningkat lagi dan pemerintah akan terus menciptakan iklim yang kondusif," ujar SBY.Menurut SBY, beberapa iklim kondusif yang akan diciptakan pemerintah adalah menerapkan GCG, menjamin keamanan dalam negeri, menjamin stabilitas sosial dan politik, menjamin kepastian hukum serta bertekad memberantas KKN. Pada pembukaan pukul 09.30 waktu JATS, indeks naik 0,321 poin pada level 1005.
(qom/)











































