Sahamnya naik hingga dua kali lipat dalam waktu delapan tahun sejak mencapai harga US$ 100 ribu per lembar di 2006. Sahamnya termasuk yang paling mahal di pasar modal Amerika Serikat (AS).
Sahamnya ini bisa melonjak tinggi dalam beberapa perdagangan terakhir berkat lapporan kinerja keuangan yang baik di semester pertama tahun ini. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham seri A Berkshire melonjak 1,8% setara US$ 3.500 (Rp 35 juta) hanya dalam sehari ke Rp US$ 202 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa perusahaan besar yang sahamnya dikuasai Berkshire antara lain Geico and General Re, Lubrizol, Coca-Cola, IBM, American Express, Wells Fargo Bank dan lain-lain.
Berkat perusahaannya itu, Buffet dinobatkan sebagai orang terkaya ketiga di dunia dengan total harta US$ 65,9 miliar (Rp 659 triliun) berdasarkan majalah Forbes.
Menurut Analis Pasar Modal Howard Silverblatt, para investor yang sudah lama pegang saham Berkshire sudah menikmati keuntungan yang sangat tinggi tiap tahun.
"Perusahaan milik Warren ini sudah memberikan keuntungan sebesar 22,6% tiap tahun sejak Mei 1997," katanya dilansir dari AFP, Jumat (15/8/2014).
Namun saat ini masih ada tanda tanya besar di Berkshire, yaitu siapa yang akan menggantikan Buffet setelah ia pensiun yang rencananya dalam waktu dekat. Meski sudah berumur 83 tahun, Buffet menyatakan tidak akan pensiun sepenuhnya dan masih terlibat dalam pengambilan keputusan di Berkshire.
(ang/dnl)











































