Hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2014. Namun, David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menilai pergerakan pasar hari ini tidak lagi dipengaruhi oleh perkembangan di MK.
"Sebenarnya sidang MK bukan isu lagi. Yang diperhatikan market sekarang lebih ke data ekonomi seperti transaksi berjalan atau inflasi. Selain itu ada faktor eksternal," papar David kepada detikFinance, Kamis (21/8/2014).
Menurut David, pelaku pasar sejak awal sudah punya ekspektasi bahwa hasil keputusan MK tidak akan berbeda dengan hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, David menyebutkan, pelaku pasar fokus pada kondisi eksternal seperti perekonomian di Amerika Serikat (AS) yang sedang dalam laju pemulihan.
"Sentimen masih solid, market cukup positif. Besok ada rilis data The Fed (bank sentral AS). Notulen ekonomi AS menyebut jika ekonomi mendekati kondisi optimal, The Fed akan menaikkan suku bunganya tahun depan," katanya.
Selain itu, dari dalam negeri pelaku pasar cenderung fokus menunggu pembentukan kabinet baru. Ini merupakan sinyal awal yang akan membawa pergerakan pasar ke depan.
"Pasar menunggu kabinet, sinyal awal birokrasi. Kalau ini baik ya ke depan akan baik. Sekarang rupiah mulai stabil di Rp 11.650-Rp 11.700 per dolar AS. IHSG juga akan di kisaran 5.000-5.200," jelas David. (drk/ang)











































