2005, Antam Targetkan Penjualan Naik 10 Persen

2005, Antam Targetkan Penjualan Naik 10 Persen

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2005 11:53 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan pertumbuhan penjualan 2005 minimum naik 10 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan harga emas dan nikel diperkirakan relatif stabil."Kami perkirakan penjualan nikel dan emas naik minimal 10 persen dengan harga emas dan nikel yang stabil seperti tahun 2004," kata Dirut Antam, Aditya Sumanegara, Jakarta, Selasa,(4/1/2005).Aditya memperkirakan harga emas pada tahun ini masih dikisaran US$ 430-440 per toz, dan harga nikel diatas US$ 5 per ton. Dia juga menjelaskan, keuntungan Antam tahun 2004 diperkirakan akan melebihi tahun 2003 yang sekitar Rp 242,93 miliar. Sementara laba bersih hingga September 2004 telah mencapai Rp 520,715 miliar. "Kalau lihat profit selama tiga kuartal cukup besar, jadi tahun 2004 keuntungannya lebih baik dibanding tahun 2003," katanya.Meski perseroan akan mengalami kenaikan laba bersih, Aditya menjelaskan kemungkinan dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2004 diharapkan tidak lebih besar dibanding dividen tahun buku 2003 yang sebesar 32,5 persen."Dividen 2004, terserah pemegang saham tapi jangan terlalu besar karena kita perlu dana besar untuk membangun. Kita harapkan dividen tahun buku 2004 jangan terlalu tinggi atau sama seperti tahun lalu 32,5 persen," katanya.Proyek Alumina TayanAditya juga menjelaskan, bahwa pada bulan Januari 2005 ini Antam akan melakukan penandatanganan joint venture agreement (JVA) dengan partner atau sponsor untuk memulai proyek Alumina Tayan."Kita Januari ini tanda tangan joint venture agreement dengan partner atau sponsor. Kalau dengan JBIC itu yang nanti akan memberikan finance, sedangkan yang kita tandatangani ini dengan perusahaan sponsor dulu atau partnernya," kata Aditya.Penandatanganan JVA ini melibatkan perusahaaan Jepang termasuk Marubeni dan satu perusahaan dari Asia. Diperkirakan perusahaan yang menandatangani JVA itu adalah Showa Denko, Marubeni Corporation dan perusahaan asal Malaysia yaitu Malaysia Mining Corporation.Diharapkan, jika masalah financing selesai tahun ini, sehingga pembangunannya bisa dimulai pada 2006 dan operasional sekitar 2008-2009. Proyek Alumina Tayan diperkirakan akan memproduksi Chemical Grade Alumina (CGA) sebesar 300.000 ton dan bauksit sekitar 800.000-113.000 ton.Sebelumnya manajemen Antam menjelaskan, bahwa 35 persen pendanaan proyek tersebut atau sekitar US$ 77 juta berasal dari ekuitas perusahaan. Dari jumlah itu sebesar US$ 30-35 juta berasal dari Antam dan sisanya tanggung jawab JVA.Sedangkan sisanya sebesar 65 persen atau sekitar US$ 143 juta didanai darikredit ekspor dari Japan Bank for International Corporation (JBIC). Antam telah menunjuk Citigroup sebagai penasehat keuangan untuk proyek ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads