Menutup perdagangan awal pekan, Senin (25/8/2014), IHSG melemah 13,940 poin (0,27%) ke level 5.184,956. Sementara Indeks LQ45 turun 3,005 poin (0,34) ke level 883,823.
Wall Street ditutup positif setelah saham-saham finansial dan bioteknologi melonjak tinggi. Indeks S&P 500 pun berhasil mencetak rekor baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak di zona merah. Mulai menipisnya stok BBM subsidi juga bisa memberikan sentimen negatif ke pergerakan pasar.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 52,51 poin (0,34%) ke level 15.560,74.
- Indeks Straits Times menipis 3,33 poin (0,10%) ke level 3.326,95.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Semesta Indovest
Indeks bursa Wallstreet ditutup menguat pada tadi malam. Indeks Dow Jones naik 65,65 poin atau 0,44%, S&P 500 naik 0,48% di level 1.997,92 dan sempat menembus level psikologis 2.000, Nasdaq naik 0,41%. Penguatan indeks diorong oleh komentar dari Presiden ECB, Mario Draghi dalam pertemuan di Jackson Hole yang berencana akan menambah stimulus ekonomi bagi uni eropa. Sementara itu dari data ekonomi, penjualan rumah single-family turun untuk kedua kalinya, begitu juga dengan indeks sector jasa yang melemah pada Agustus. Saham-saham financial dan biotechnology memimpin penguatan indeks.
Bursa eropa ditutup positif terimbas komentar presiden ECB Mario Draghi yang berencana menambah stimulus ekonomi bagi uni eropa. Indeks FTSE turun 0,04%, CAC naik 2,1%, DAX naik 1,83%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak positif terimbas naiknya bursa Wallstreet tadi malam, dan diharapkan mampu mengoffset tren IHSG yang menurun. Indeks EIDO naik 0,8%. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain BBNI, BMRI, BUMI, CPGT, MNCN.
Trust Securities
Seperti yang kami ulas sebelumnya dimana telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi sehingga berpeluang akan melanjutkan pelemahannya. Dan kondisi tersebut masih berlanjut di awal pekan ini meski laju bursa saham Asia berada di zona positif. Sentimen positif dari hasil pertemuan para bank sentral di Jackson Hole ternyata hanya berpengaruh pada laju bursa saham Asia namun, tidak halnya dengan IHSG. Di sisi lain, laju Rupiah yang berbalik melemah turut membuat IHSG tidak mampu keluar dari zona merah. Begitupun dengan transaksi asing yang tercatat nett sell. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5200,01 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5177,69 (level terendahnya) mid sesi 1 dan berakhir di level 5184,96. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (26/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5168-5178 dan resisten 5205-5215. Evening star di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD cenderung bergerak menurun dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan. Laju IHSG terjaga di sekitar target support (5170-5189) dan berakhir pun di target kisaran tersebut. Belum adanya sentimen yang dapat memberikan imbas positif bagi IHSG membuat pelaku pasar cenderung masih akan melanjutkan aksi jual sehingga dapat berimbas pada penurunan lanjutan IHSG. Apalagi, masih banyak saham-saham yang berada di sekitar area overboughtnya semakin memicu aksi jual tersebut. Namun demikian, kami berharap pelemahan yang terjadi dapat terbatas sehingga tidak merubah tren IHSG.
(ang/ang)











































