Muncul Aksi Ambil Untung, IHSG Menjauh dari Level 5.200

Sesi I

Muncul Aksi Ambil Untung, IHSG Menjauh dari Level 5.200

- detikFinance
Selasa, 26 Agu 2014 12:16 WIB
Muncul Aksi Ambil Untung, IHSG Menjauh dari Level 5.200
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena koreksi 21 poin akibat aksi ambil untung. Indeks pun semakin menjauh dari level 5.200.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,297 poin (0,12%) ke level 5.191,253 kembali mendekati level psikologis 5.200. Sentimen negatif datang dari dalam negeri yaitu stok BBM subsidi yang mulai menipis.

Antusiasme pelaku pasar asing masih tinggi terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sayangnya pelaku pasar domestik memilih untuk melepas saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (26/8/2014), IHSG terkoreksi 21,516 poin (0,41%) ke level 5.163,440. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,515 poin (0,51%) ke level 879,308.

Aksi jual terjadi di saham-saham lapis dua. Sedangkan saham-saham unggulan masih diburu, terutama di sektor komoditas.

Perdagangan siang hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.426 kali dengan volume 2,827 miliar lembar saham senilai Rp 2,216 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 171 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa regional akhirnya jatuh dengan kompak ke zona merah siang hari ini. Positifnya bursa global semalam tak banyak membantu sentimen.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 77,01 poin (0,49%) ke level 15.536,24.
  • Indeks Hang Seng turun 31,95 poin (0,13%) ke level 25.134,96.
  • Indeks Komposit Shanghai berkurang 9,76 poin (0,44%) ke level 2.219,52.
  • Indeks Straits Times menipis 3,15 poin (0,09%) ke level 3.327,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Goodyear (GDYR) naik Rp 1.200 ke Rp 16.500, Centris (CMPP) naik Rp 185 ke Rp 945, Unilever (UNVR) naik Rp 175 ke Rp 31.675, dan Siloam (SILO) naik Rp 125 ke Rp 15.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 575 ke Rp 54.450, Indocement (INTP) turun Rp 575 ke Rp 24.575, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 30.000, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 16.525.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads