Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,297 poin (0,12%) ke level 5.191,253 kembali mendekati level psikologis 5.200. Sentimen negatif datang dari dalam negeri yaitu stok BBM subsidi yang mulai menipis.
Antusiasme pelaku pasar asing masih tinggi terhadap saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sayangnya pelaku pasar domestik memilih untuk melepas saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual terjadi di saham-saham lapis dua. Sedangkan saham-saham unggulan masih diburu, terutama di sektor komoditas.
Perdagangan siang hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.426 kali dengan volume 2,827 miliar lembar saham senilai Rp 2,216 triliun. Sebanyak 89 saham naik, 171 turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa regional akhirnya jatuh dengan kompak ke zona merah siang hari ini. Positifnya bursa global semalam tak banyak membantu sentimen.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 77,01 poin (0,49%) ke level 15.536,24.
- Indeks Hang Seng turun 31,95 poin (0,13%) ke level 25.134,96.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 9,76 poin (0,44%) ke level 2.219,52.
- Indeks Straits Times menipis 3,15 poin (0,09%) ke level 3.327,13.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 575 ke Rp 54.450, Indocement (INTP) turun Rp 575 ke Rp 24.575, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 30.000, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 250 ke Rp 16.525.
(ang/hds)











































