Kapitalisasi Pasar Saham Rp 5.200 Triliun, 60% Disumbang Syariah

Kapitalisasi Pasar Saham Rp 5.200 Triliun, 60% Disumbang Syariah

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 12:28 WIB
Kapitalisasi Pasar Saham Rp 5.200 Triliun, 60% Disumbang Syariah
Jakarta - Kapitalisasi pasar saham Indonesia secara year to date sudah naik Rp 900 triliun menjadi Rp 5.200 triliun. Besaran angka tersebut disumbang 60% dari kapitalisasi saham syariah. Hal ini menunjukkan jika sektor keuangan syariah sudah menunjukkan perkembangannya.

Demikian disampaikan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Friderica Widyasari Dewi saat acara Halal bi Halal Industri Keuangan Syariah di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

"Secara year to date IHSG sudah naik 20%, ini tertinggi kedua setelah India. Sudah naik Rp 900 triliun, posisi terakhir Rp 5.200 triliun. Kapitalisasi saham syariah 60% dari total kapitalisasi saham. Semakin besar kepercayaan masyarakat kita terhadap pasar modal Indonesia," ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, investor asing juga masih menaruh kepercayaan besar terhadap pasar modal Indonesia dibuktikan dengan tingginya aliran dana asing masuk melalui pasar modal hingga mencapai Rp 56 triliun secara year to date.

"Net buy asing terbesar di atas Rp 56 triliun, ini menunjukkan kepercayaan asing," katanya.

Selain itu, Kiki menyebutkan, posisi saham syariah di pasar modal Indonesia juga terus meningkat. Saat ini, sudah ada 307 saham yang masuk efek syariah, jauh lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 172 saham syariah.

"Ini peningkatan, sudah 307 saham yang masuk efek syariah, dulu baru 172 saham. Volume perdagangan juga mencapai 60%," terang dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, sejak tahun 2011 saat pertama kali dibentuk Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), saham-saham yang dalam naungan ISSI sudah naik mencapai 40%.

"Saham-sahamnya sudah naik 40% sejak diluncurkan. Investor syariah mulai berkembang, kita terus sosialisasikan investasi syariah di Indonesia," ucapnya.

Kiki menyebutkan, produk-produk syariah di pasar keuangan juga terus dikembangkan melalui penerbitan ETF Syariah dan pembentukan sistem online trading syariah.

"Ketika masuk dengan pendekatan syariah itu lebih bisa diterima. ISSI itu melengkapi JII. Sekarang sudah ada sistem online trading syariah, ini pertama di dunia, sudah ada 8 AB punya itu. Ada ETF syariah juga. Kita sangat serius untuk mengembangkan syariah di pasar modal Indonesia," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads