Kisruh BBM Subsidi Bisa Hambat Laju IHSG

Rekomendasi Saham

Kisruh BBM Subsidi Bisa Hambat Laju IHSG

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2014 08:52 WIB
Kisruh BBM Subsidi Bisa Hambat Laju IHSG
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik 18 poin didorong aksi beli investor asing. Laju penguatan indeks terhambat oleh aksi jual investor domestik.

Menutup perdagangan, Rabu (27/8/2014), IHSG tumbuh 18,695 poin (0,36%) ke level 5.165,247. Sementara Indeks LQ45 naik 4,467 poin (0,51%) ke level 880,702.

Wall Street hanya naik tipis di tengah perdagangan yang sepi. Kendati demikian, Indeks S&P mampu mencetak rekor baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 15,31 poin (0,09%) ke level 17.122,01. Indeks S&P 500 bertambah 0,1 poin (0,01%) ke level 2.000,12, dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 1,02 poin (0,02%) ke level 4.569,62.

Hari ini IHSG diperkirakan mampu menguat terbatas jika melihat sentimen positif yang beredar dari pasar global dan regional. Namun belum adanya kejelasan soal BBM subsidi bisa menghambat laju IHSG.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 70,40 poin (0,45%) ke level 15.464,42.
  • Indeks Straits Times menguat 12,10 poin (0,36%) ke level 3.353,56.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS masih bergerak flat, menjelang rilis data PDB kuartal II 2014. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,09% dan indeks S&P500 sebesar +0,01%.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS dan Eropa. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,41%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat +0,35%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,13% ke level US$93,76 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,12% ke posisi US$1.284,90 per troy ounce.

Dari dalam negeri, presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo melakukan pertemuan tertutup membahas APBN 2015 serta program pemerintahan ke depan. Di sisi lain, ketidakpastian terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi berpotensi membuat kondisi makro ekonomi Indonesia kian berat.

Melihat hal itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak mixed to up menguat +0,36% setelah melemah beberapa hari.

Koreksi semakin terbatas mendekati area oversold. Hari ini Indeks berpotensi melanjutkan penguatannya dan coba menguji resistance di level 5.176. Indeks bergerak di kisaran support 5.149 dan resistance 5.176.

Trust Securities
Setelah dinanti akhirnya laju IHSG dapat mewujudkan pergerakannya untuk mengakhiri pelemahannya selama 4 hari berturut-turut. Pelaku pasar kembali memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali melakukan aksi beli. Tampaknya tersentuhnya indeks S&P500 ke level 2000an membuat IHSG berkeingnan untuk juga melaju positif. Apalagi laju bursa saham Asia mayoritas menghijau meski indeks HSI cenderung tertekan. Kembali berbalik naiknya laju Rupiah, transaksi asing yang mencatatkan nett buy, dan menguatnya beberapa saham big caps di pertambangan turut memberikan amunisi tambahan bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5171,38 (level tertingginya) di mid sesi 1 dan menyentuh level 5144,96 (level terendahnya) jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5165,25. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Kamis (28/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5139-5158 dan resisten 5172-5178. Bullish harami bertahan di area middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan dari pelemahannya. Laju IHSG dapat terjaga di atas target support (5127-5138) namun, kembali gagal juga menuju target resisten (5175-5196). Meski belum dapat menuju ke area resisten namun, dengan masih adanya sentimen positif dari bursa saham global dapat memberikan potensi kenaikan meski terbatas dan belum sepenuhnya dapat mengalami kenaikan lanjutan secara signifikan. Tetap memperhatikan sentimen yang ada.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads