Masih Adakah Jokowi Effect di Pasar Saham?

Masih Adakah Jokowi Effect di Pasar Saham?

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2014 09:20 WIB
Masih Adakah Jokowi Effect di Pasar Saham?
Jakarta - Seminggu telah berlalu sejak diputuskannya hasil sidang Pemilihan Presiden (Pilpres) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Indonesia pun telah resmi memiliki presiden dan wakil presiden baru Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Namun, kemenangan pemimpin baru ini justru tidak direspons positif oleh pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam seminggu terakhir cenderung turun.

Director D'Origin Financial Advisory Cynthia Nadeak CSA mengungkapkan, respons pasar yang paling signifikan adalah ketika tanggal 21 Juli 2014 saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil rekapitulasi suara yang memenangkan tim Jokow-JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Marketnya baru minggu ini ya lesunya, dan bukan karena Jokowi Effect. Momentum pilpres puncaknya adalah tanggal 21 Juli kemarin ketika Jokowi dinyatakan menang oleh KPU, IHSG dan rupiah menguat tajam," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (28/8/2014).

Cynthia menjelaskan, fokus utama pelaku pasar saham saat ini adalah menantikan profil tim pemerintahan baru yang diharapkan bisa diisi oleh kalangan profesional yang memang mumpuni di bidangnya.

"Proses penantian berikutnya adalah profil tim pemerintahan yang baru. Ini menjadi salah satu perhatian utama pasar terutama untuk pemilhan key persons untuk kepemimpinan yang terkait dengan bidang ekonomi dan politik," terang dia.

Menurut dia, pelaku pasar tidak lagi melihat pemimpin pintar dengan segudang aturan namun yang lebih bekerja keras dalam mengimplementasikan program-programnya.

"Yang ditunggu adalah pemimpin yang pro pasar yang in line dengan program kerjanya Jokowi-JK yang selama ini digadang-gadang. Kita (pasar) menantikan profil yang mengemukakan kerja keras yang implementatif daripada birokrat baru yang hanya hobi bikin aturan dan kebijakan bagus," tandasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads