Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 9,216 poin (0,18%) ke level 5.175,263. Ancaman krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi memberi sentimen negatif ke lantai bursa.
Melemahnya bursa global dan regional memberi sentimen negatif, ditambah juga sentimen geopolitik konflik Ukraina-Rusia. Aksi jual pun langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Banyak saham unggulan dan lapis dua yang melemah terkena aksi jual.
Perdagangan siang hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.085 kali dengan volume 2,883 miliar lembar saham senilai Rp 2,012 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 131 turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa regional masih kompak bergerak di zona merah hingga siang ini. Belum ada sentimen positif yang bisa membawa Indeks ke teritori positif.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 59,72 poin (0,39%) ke level 15.400,14.
- Indeks Hang Seng turun 62,86 poin (0,25%) ke level 24.678,14.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 5,78 poin (0,26%) ke level 2.201,60.
- Indeks Straits Times menipis 3,18 poin (0,10%) ke level 3.327,04.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 31.775, Surya Semesta (SMSM) turun Rp 215 ke Rp 4.030, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 15.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 150 ke Rp 25.850.
(ang/hds)











































