Garuda Belum Rencanakan Percepatan Pembayaran Utang
Rabu, 05 Jan 2005 14:11 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia belum merencanakan melakukan refinancing utang yang saat ini sebesar US$ 827 juta. Pembayaran utang diharapkan dilakukan sesuai jadwal hingga tahun 2010."Soal refinancing utang itu harus bicara dengan pemegang saham. Tapi saat ini belum ada skenario atau opsi ke arah sana. Kita akan melihat pertumbuhan industri penerbangan karena kita tidak bisa mencegah adanya bencana alam atau wabah SARS seperti tahun-tahun sebelumnya yang bisa menggangu industri penerbangan. Jadi pembayarannya tetap mengikuti jadwal restrukturisasi sampai 2010," kata Dirut PT Garuda Indonesia, Indra Setiawan dalam acara kerjasama peluncuran kartu kredit co brand Bank Mandiri dengan Garuda Indonesia di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (5/1/2005).Menurutnya, rata-rata setiap tahun Garuda membayar sekitar US$ 105 -110 juta yang perhitungannya sudah termasuk tingkat suku bunga. Kecuali untuk tahun 2010 pembayarannya sebesar US$ 218 juta atau dua kali lipat dari tahun-tahun biasa.Pembayaran utang periodenya ada yang bulanan, tiga bulanan sampai terakhir bulan Desember. Untuk tahun 2004 jumlah utang yang dibayarkan oleh Garuda sekitar US$ 103,5 juta, kata Indra, seluruhnya berasal dari dana perseroan. "Sumbernya berasal dari dana operasional, efisiensi dana, cash flow management yang lebih ketat dan prudent (hati-hati)," katanya. Ketika ditanya kesanggupan pembayaran utang pada tahun 2005, Indra mengatakan, hal itu sulit untuk ditegaskan karena melihat pertumbuhan yang didapat oleh perseroan. "Seperti tahun lalu, saya hanya bilang insya Allah tapi ternyata bisa dibayar," ungkap Indra.Mengenai kemungkinan merger antara PT Garuda dengan PT Merpati Nusantara, Indra mengaku hal itu sudah merupakan wacana lama. "Keputusannya tentu harus dilakukan pemegang saham. Manajemen Garuda tidak bisa mengambil keputusan," demikian Indra.
(mar/)











































