Pemerintah Jual Sukuk Global US$ 1,5 Miliar, Permintaan Membludak

Pemerintah Jual Sukuk Global US$ 1,5 Miliar, Permintaan Membludak

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2014 17:58 WIB
Pemerintah Jual Sukuk Global US$ 1,5 Miliar, Permintaan Membludak
Jakarta - Pemerintah Indonesia kembali masuk ke pasar sukuk internasional dengan menerbitkan Sukuk Global senilai US$ 1,5 miliar dengan tenor 10 tahun yang akan jatuh tempo pada 2024. Sukuk Global ini akan diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia dan akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange.

Demikian dikutip dari siaran tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Kamis (4/9/2014).

Penerbitan akan dilaksanakan pada 10 September 2014. Sukuk Global ini diterbitkan pada harga par dengan imbalan sebesar 4,35% dan telah memperoleh peringkat Baa3 dari Moody’s, BB+ dari S&P, dan BBB- dari Fitch Ratings.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbitan Sukuk Global ini adalah penerbitan kelima sukuk berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan ketiga kalinya diterbitkan di bawah program penerbitan Sukuk Global (Islamic GMTN) yang telah ditingkatkan menjadi senilai US$ 5 miliar.

Setelah dilaksanakan roadshow yang meliputi kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa, transaksi ini mendapat respons yang sangat baik oleh para investor global. Penawaran datang dari 390 investor yang memesan lebih dari US$ 10 miliar sehingga lebih dari 6 kali oversubscribed.

Sukuk Global ini menarik minat dari berbagai kelompok investor domestik dan internasional. Sebaran investor berdasarkan wilayah meliputi 35% investor syariah dan Timur Tengah, 10% investor Indonesia, 20% investor wilayah Asia selain Indonesia, 20% investor AS, dan 15% investor Eropa.

Jika dilihat dari jenis investor, alokasinya adalah 57% kepada funds, 28% kepada bank, 13% kepada bank sentral dan sovereign wealth funds, serta 2% investor lainnya.

Joint Lead Managers dan Bookrunners yang ditunjuk pemerintah untuk transaksi ini adalah CIMB, Emirates NBD Capital, HSBC, dan Standard Chartered Bank. Sedangkan co-managers untuk transaksi ini adalah Abu Dhabi Islamic Bank, Dubai Islamic Bank, National Bank of Abu Dhabi, Bahana Securities, dan Mandiri Sekuritas.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads