Investor juga menahan diri sambil menunggu pengumuman data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang akan diumumkan Jumat waktu setempat. Prediksi analis ada 225.000 tenaga kerja baru di Agustus kemarin.
"Aksi tunggu ini membuat pasar bergerak tipis dalam perdagangan yang sepi," kata Kim Forrest, analis saham senior dari Fort Pitt Capital Group di Pittsburgh, seperti dikutip Reuters, Jumat (5/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow and S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday tertinggi tak lama setelah European Central Bank (ECB) mengumumkan rencana pemberian stimulus. Sayangnya posisi tersebut ditinggalkan setelah saham energi terkoreksi.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 8,7 poin (0,05%) ke level 17.069,58. Indeks S&P 500 turun 3,07 poin (0,15%) ke level 1.997,65. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 10,28 poin (0,22%) ke level 4.562,29.
(ang/ang)










































