Seperti dikutip dari laporan keuangan Indosat triwulan II-2014, Jumat (5/9/2014), pendapatan perusahaan telekomunikasi ini turun tipis menjadi Rp 11,61 triliun dibandingkan posisi pada enam bulan pertama tahun lalu Rp 11,7 triliun.
Dengan pendapatan yang turun itu Indosat bisa meraih laba Rp 226,28 miliar di akhir Juni 2014, sementara pada periode yang sama tahun lalu Indosat masih mencatat rugi Rp 231,15 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turunnya omzet Indosat dipicu lesunya bisnis seluler perseroan. Pada semester I-2014, omzet divisi seluler emiten berkode ISAT itu berkurang menjadi Rp 9,36 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 9,57 triliun.
Pendapatan dari bisnis jasa multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) Indosat naik dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 1,7 triliun. Sedangkan, pendapatan dari telekomunikasi tetap naik tipis dari Rp 536,31 miliar menjadi Rp 542,02 miliar.
Hingga pukul 11.05 waktu JATS, harga saham ISAT stagnan di posisi Rp 4.110 per lembar. Sahamnya diperdagangan 205 kali dengan volume 844 lot senilai Rp 347 juta.
(ang/dnl)











































