IHSG Terus Membumbung, Naik 14,455 Poin

IHSG Terus Membumbung, Naik 14,455 Poin

- detikFinance
Kamis, 06 Jan 2005 16:21 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis, (6/5/2005) kembali menguat 14,455 poin pada level 1.029,886. Sentimen positif dari rencana moratorium utang membuat investor optimis terhadap perekonomian RI.Indeks LQ-45 naik 3,955 poin pada level 225,474, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,305 poin pada posisi 172,509, Indeks Papan Utama (MBX) naik 3,418 poin pada level 276,150, dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 5,308 poin pada level 230,677.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sangat ramai dengan transaksi yang tercatat sebanyak 25.368 kali pada volume 4.221.099 lot saham senilai Rp 2,070 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 42 saham turun dan 246 saham stagnan.Saham-saham yang naik sahamnya di top gainer diantaranya saham Indosat naik Rp 350 menjadi Rp 6.250, HM Sampoerna naik Rp 150 menjadi Rp 7.100, Gudang Garam naik Rp 150 menjadi Rp 13.500, Indocement Tunggal Prakarsa naik Rp 150 menjadi Rp 3.375, Telkom naik Rp 100 menjadi Rp 4.975, Bank Mandiri naik Rp 50 menjadi Rp 2.050. Sedangkan, saham yang turun harganya di top looser diantaranya saham International Nikel yang turun Rp 150 menjadi Rp 11.600, Unilever Indonesia turun Rp 25 menjadi Rp 3.325, Bank Rakyat Indonesia turun Rp 25 menjadi Rp 2.825, Pembangunan Jaya Ancol turun Rp 20 menjadi Rp 1.160, dan Bank Lippo turun Rp 20 menjadi Rp 680.Hari ini indeks kembali mengalami rally (kenaikan yang berlanjut) karena investor mengantisipasi kemungkinan dilakukannya moratorium utang yang diusulkan sejumlah negera donor, seperti Jerman, Inggris, dan Prancis. Di mana hal ini diharapkan bisa memperkuat perekonomian Indonesia.Selain itu, investor juga menyambut positif dilaksanakanya KTT Tsunami yang berlangsung hari ini sehingga nantinya diharapkan bisa mendeteksi lebih awal bencana alam yang akan terjadi, khususnya gelombang tsunami sehingga korban dan kerugian yang terjadi bisa diminimalisasi.Investor juga melihat turunnya tingkat bunga SBI yang kini di level 7,42 persen bisa mempercepat proses restrukturisasi utang emiten, seperti grup APP. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads