Mengakhiri perdagangan, Selasa (9/9/2014), IHSG ditutup anjlok 49,364 poin (0,94%) ke level 5.197,119. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 9,061 poin (1,01%) ke level 883,662
Wall Street berakhi di zona merah terseret koreksi saham Apple dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menyentuh titik tertinggi bulan ini. Pelaku pasar cemas The Federal Reserve akan menaikan suku bunga dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi. Pelaku pasar masih akan mengambil untung di tengah situasi pasar global yang kurang kondusif.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 68,00 poin (0,43%) ke level 15.681,15.
- Indeks Straits Times berkurang 8,59 poin (0,26%) ke level 3.334,37.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Semesta Indovest
Bursa Wallstreet ditutup melemah pada tadi malam dengan ineks Dow Jones turun 97,55 poin atau 0,57%, S&P 500 turun 0,65%, dan Nasdaq turun 0,87%. Pelemahan indeks disebabkan oleh naiknya yield treasury sebagai dampak meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed. Hal ini terlihat dari laporan data ekonomi terbaru yang menunjukan penguatan pada penjualan ritel dan lebih sedikitnya aplikasi jobless claim yang merupakan salah satu indicator akan dilakukannya tapering dan kenaikan suku bunga.
Β
Bursa eropa ditutup melemah terimbas turunnya bursa Wallstreet dan juga wait and see pelaku pasar jelang voting Scotlandia yang akan tetap atau pisah dari Inggris Raya. ,indeks FTSE turun 0,08%, CAC turun 0,50%, DAX turun 0,49%.
Β
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak melemah seiring mulai meningkatnya aksi jual dan profit taking. Indeks EIDO turun 1,89%. Saham-saham yang dapat diperhatikan ahri ini antara lain VIVA, BUMI, BRAU, WSKT, BBTN.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS melemah, seiring tingkat imbal hasil obligasi yang mencapai titik tertinggi bulanannya. Pelemahan dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,57% dan indeks S&P500 sebesar -0,65%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap The Fed yang akan menaikkan tingkat suku bunga acuan lebih cepat dibandingkan prediksi semula. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,35%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,26% ke level US$92,99 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,15% ke posisi US$1.254 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengatur utang luar negeri swasta dengan memberlakukan aturan rasio utang atau liabilitas terhadap aset dalam bentuk valuta asing. Dengan regulasi itu, bank sentral ingin mengatasi risiko currency mismatch dan maturity mismatch (ketidaksesuaian jatuh tempo).
Apalagi, tahun depan Indonesia akan menghadapi kebijakan penaikan suku bunga di AS yang dapat menimbulkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan suku bunga.
Menurut Analis Teknikal Mandiri Sekuritas, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Indeks bergerak melemah dan menutup gap sebelumnya di 5.224. Indeks masih fase konsolidasi dan bergerak tertahan di area resistance 5.226/ 5.300. Hari ini Indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas. Indeks bergerak di kisaran support 5.179 dan resistance 5.233.
(ang/ang)











































