Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.805 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.760 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 6,869 poin (0,13%) ke level 5.190,250. Aksi ambil untung kembali terjadi membuat indeks jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 48,046 poin (0,92%) ke level 5.149,073 akibat aksi ambil untung yang ramai terjadi terhadap saham-saham unggulan. Indeks tak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan.
Seluruh indeks sektoral kembali jatuh ke zona merah, dipimpin saham-saham komoditas. Aksi ambil untung menyasar saham-saham unggulan.
Menutup perdagangan, Rabu (10/9/2014), IHSG terjun 54,128 poin (1,04%) ke level 5.142,991. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,232 poin (1,16%) ke level 873,430.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 218.467 kali dengan volume 5,522 miliar lembar saham senilai Rp 5,242 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 255 turun, dan 66 saham stagnan
Bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan di zona merah, bahkan pasar saham Hong Kong anjlok sampai hampir 2%. Sentimen negatif datang dari Wall Street yang semalam kena koreksi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 39,63 poin (0,25%) ke level 15.788,78.
- Indeks Hang Seng anjlok 485,09 poin (1,93%) ke level 24.705,36.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 8,22 poin (0,35%) ke level 2.318,31.
- Indeks Straits Times menipis 2,60 poin (0,08%) ke level 3.340,36.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.400 ke Rp 26.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 875 ke Rp 24.425, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 30.200, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 625 ke Rp 4.925.
(ang/hds)











































