Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.815 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.805 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 4,102 poin (0,08%) ke level 5.147,093 berkat penguatan saham-saham unggulan. Saham yang kemarin turun jadi incaran investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 24,336 poin (0,47%) ke level 5.167,327 berkat aksi borong saham oleh investor lokal. Investor asing memilih lepas saham dengan total nilai yang cukup tinggi.
Indeks sempat naik ke titik tertingginya hari di level 5.178,303. Sayangnya Indeks langsung meluncur ke zona merah menjelang penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (11/9/2014), IHSG ditutup menipis 9,958 poin (0,19%) ke level 5.133,033 poin. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 4,400 poin (0,50%) ke level 869,030.
Investor asing masih konsisten lepas saham sejak awal pekan. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 588 miliar di seluruh pasar.
Banyak indeks sektoral yang akhirnya terpaksa jatuh ke zona merah gara-gara tekanan jual ini. Hanya tiga sektor yang masih bisa menguat, yaitu konsumer, konstruksi, dan perdagangan.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 225.445 kali dengan volume 6,553 miliar lembar saham senilai Rp 5,376 triliun. Sebanyak 165 saham naik, 131 turun, dan 85 saham stagnan
Bursa-bursa regional berakhir mixed setelah siang tadi sempat kompak menguat. Aksi ambil untung mulai terjadi di saham-saham yang sudah naik cukup tinggi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 120,42 poin (0,76%) ke level 15.909,20.
- Indeks Hang Seng melemah 42,72 poin (0,17%) ke level 24.662,64.
- Indeks Komposit Shanghai turun 6,63 poin (0,29%) ke level 2.311,68.
- Indeks Straits Times naik 9,07 poin (0,27%) ke level 3.347,70.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 875 ke Rp 23.550, Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 23.075, XL Axiata (EXCL) turun Rp 425 ke Rp 6.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 29.800.
(ang/hds)











































