IHSG Bergerak Variatif

Rekomendasi Saham

IHSG Bergerak Variatif

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2014 08:48 WIB
IHSG Bergerak Variatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu hanya naik tipis 10 poin didorong aksi investor domestik yang masih semangat berburu saham. Penguatan indeks terhambat investor asing yang terus melepas saham.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/9/2014), IHSG naik tipis 10,678 poin (0,21%) ke level 5.143,711. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,089 poin (0,13%) ke level 870,199.

Saham-saham di bursa Wall Street AS turun pada perdagangan di akhir pekan. Investor melakukan aksi jual karena sanksi baru ke Rusia yang diterapkan oleh pihak Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 61,49 poin (0,36%) ke level 16.987,28. Indeks S&P 500 turun 11,91 poin (0,6%) ke level 1.985,54. Sementara indeks Nasdaq turun 24,21 poin (0,53%) ke level 4.567,6.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi sebelum melanjutkan ke level resisten berikutnya. Sentimen dari pasar regional belum bisa mendorong IHSG positif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Hang Seng melemah 67,32 poin (0,27) ke level 24.595,32.
  • Indeks Straits Times turun 6,27 poin (0,19%) ke level 3.339,28.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Trust Securities
Pasca mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut, laju IHSG mulai mencoba rebound. Pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi. Meski akumulasi beli yang terjadi belum meningkat banyak namun, setidaknya sudah cukup minimal untuk membuat laju IHSG kembali menghijau. Apalagi dari garis tren kenaikan jangka panjang, laju IHSG mampu bertahan di atas batas garis 5120 dan hampir menutup utang gap 5113-5127 yang pernah terjadi di mid Agustus lalu. Positifnya laju bursa saham Asia dan tidak terlalu fluktuatifnya laju Rupiah mampu mengimbangi sentimen negatif dari masih berlanjutnya aksi jual asing dan kekhawatiran imbas kenaikan harga gas elpiji terhadap inflasi.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5156,97 (level tertingginya) di mid sesi 2 dan menyentuh level 5127,73 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5143,71. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pada perdagangan Senin (15/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5115-5133 dan resisten 5155-5178. Piercing line bertahan di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik. Laju IHSG mampu bertahan di atas target support (5120-5126) dan kembali masuk target resisten (5142-5180). Meski masih rendah namun, masih adanya aksi beli mampu menahan pelemahan IHSG. Diharapkan aksi beli dapat kembali terjadi sehingga mampu melanjutkan kenaikan laju IHSG.

Waterfront Securities
IHSG pada perdagangan Jumat 12 September 2014 ditutup menguat 0,21% pada level 5143. Sektor pertambangan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp776,4 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah karena kekhawatiran pulihnya perekonomian AS akan mendorong The Fed menaikkan suku bunga dengan segera. Data penjualan ritel AS pada bulan Agustus naik 0,6%, yang merupakan pertumbuhan tercepat dalam empat bulan terakhir dan indeks Mich Sentiment bulan September naik pada level tertinggi dalam setahun terakhir, yaitu pada 84,6. Harga minyak mentah melemah akibat kecemasan akan permintaan global. Pada pekan ini, pasar akan menantikan pertemuan The Fed pada hari Selasa dan Rabu. The Fed akan memperbarui proyeksi ekonomi, termasuk perkiraan pertumbuhan, tingkat pengangguran, inflasi dan suku bunga pada 2017. Program pembelian obligasi diperkirakan akan dihentikan pada bulan depan. Pasar akan mencermati apakah ada petunj uk kapan suku bunga akan dinaikkan untuk pertama kalinya. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya empire manufacturing, industrial production, PPI, CPI, housing starts, building permits, Philadelphia Fed dan leading indicators. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5113-5194. Rekomendasi: INDF, LSIP, TINS, PGAS, SILO, MPPA, TLKM, ICBP, BBCA.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads