Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (16/9/2014), perusahaan dari Tiongkok ini memasang kisaran harga saham perdananya antara US$ 66-68 per lembar, naik dari patokan sebelumnya yaitu US$ 60-66 per lembar. Dengan demikian, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini bisa bernilai hingga US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun).
Meski dengan target raupan dana yang fantastis, saham ini ternyata kelebihan permintaan sehingga para penjamin emisi aksi korporasi ini memutuskan untuk menutup pemesanan pada Selasa waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor IPO terbesar sebelumnya dipegang oleh Agricultural Bank of China yang berhasil meraup dana hingga US$ 22,1 miliar (Rp 221 triliun). Alibaba masih harus menunggu hasil IPO untuk bisa menyalip rekor lama ini.
(ang/hds)










































