Nilai Obligasi BASS Tinggal 60 %

Nilai Obligasi BASS Tinggal 60 %

- detikFinance
Jumat, 07 Jan 2005 16:17 WIB
Jakarta - Turunnya kinerja perusahaan dan gagalnya pembayaran sinking fund membuat nilai obligasi I tahun 2000 PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BASS) senilai Rp 100 miliar terus mengalami penurunan. Harga atau nilai obligasi BASS yang tercatat di Bursa Efek Surabaya (BES) saat ini hanya tinggal 60 persen.Data BES menunjukkan dalam tiga bulan terakhir hanya ada dua transaksi obligasi BASS yang terjadi yakni pada tanggal 22 Desember 2004 dan 28 Desember 2004 masing-masing senilai Rp 2 miliar."Harga obligasi itu sangat tergantung dari informasi dan persepsi masing-masing investor. Jadi kalau investor menganggap informasinya tidak bagus bisa saja harganya turun atau sebaliknya," kata Direktur BES Sugeng Rijadi di kantornya Gedung Plaza Bapindo Jakarta,Jumat,(7/1/2005).Menurut Rijadi, sampai saat ini perdagangan obligasi BASS belum bisa dikatakan default sampai menunggu saat jatuh temponya pada pada 5 Juni 2005. Rijadi sendiri mengaku khawatir terhadap obligasi tersebut, pasalnya meski obligasi ini mempunyai jaminan sebanyak 10 kapal operasionalnya, namun belum tentu jaminan tersebut dapat cepat laku terjual."Saya sudah bilang dengan Wali Amanat Bank Mandiri, bahwa harus sudah diantisipasi apakah jika obligasi ini default, jaminannya bisa laku terjual. Karena ini kapal ikan pasti yang beli juga perusahaan tertentu beda dengan kapal pesiar," katanya.Diakui dalam hearing dengan manajemen BASS yang dilakukan pada akhir Desember 2004, sampai saat ini perusahaan belum dapat memastikan sumber dana untuk dapat melunasi obligasi tersebut. Perusahaan juga belum membayarkan sinking fund yang terakhir sebesar Rp 10 miliar yang seharusnya sudah diserahkan ke wali amanat pada Juni tahun 2004.Menurunnya kinerja perusahaan yang disebabkan oleh makin meningkatnya beban operasional serta sulitnya distribusi dan pengadaan BBM untuk mendapatkan Solar di wilayah Indonesia Timur, sehingga perusahaan hanya dapat mengoperasikan sebagian kapal dari armada kapal penangkap.Perubahan kebijakan dari instansi-instansi yang terkait dalam bidang perikanan juga mempengaruhi kinerja perseroan, seperti proses pera (seperti kir) yang cukup lama yaitu dua minggu serta harus melakukan pendaratan untuk melakukan pemeriksaan hasil tangkapan."Kondisi seperti itu membuat perusahaan jadi sulit melakukan proyeksi untuk satu tahun kedepan apalagi untuk proyeksi tiga tahun mendatang," katanya.Rijadi mengungkapkan, bahwa manajemen BASS berencana mengganti bisnis usaha ke trading (perdagangan) ikan, sehingga tidak lagi melakukan eksplorasi. "Tapi ini juga belum bisa dipastikan hasilnya karena mereka juga belum berpengalaman menjadi pengumpul ikan," ujarnya.Sampai September 2004, BASS mengalami rugi bersih sebesar Rp 11 miliar dengan penjualan bersih yang mengalami penurunan dari Rp 125 miliar per Septmber 2003 menjadi Rp 105 miliar per September 2004.Seperti diketahui, PT Kasnic Credit Rating Indonesia juga telah menurunkan peringkat obligasi I tahun 2000 PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BASS) senilai Rp 100 miliar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads