Follow detikFinance
Selasa, 16 Sep 2014 11:42 WIB

Jack Ma, Pria Berharta Rp 110 Triliun dari Alibaba

- detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Perusahaan e-commerce asal Tiongkok, Alibaba, pekan ini akan menggelar penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) termahal sepanjang sejarah dengan target dana maksimal US$ 24,3 miliar (Rp 243 triliun). Ada salah satu orang terkaya Tiongkok di balik aksi korporasi ini.

Orang kaya tersebut adalah Jack Ma, yang menduduki peringkat ke-8 orang paling kaya di Negeri Tirai Bambu. Ia punya harta senilai US$ 11 miliar (Rp 110 triliun) berdasarkan data Forbes, Selasa (16/9/2014).

Jack Ma adalah pendiri dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Selain Ma, salah satu orang terkaya Tiongkok lainnya, Joseph Tsai, yang merupakan komisaris di Alibaba.

Ma selama ini jadi kunci pertumbuhan Alibaba. Ia yang pertama kali membangun Alibaba.com pada 1999 lalu. Awalnya situs ini memfasilitasi jual-beli antara pedagangan lokal Tiongkok dan luar negeri.

Sekarang ini Alibaba ini bisa dibilang eBay-nya Tiongkok. Alibaba menjual sekitar hampir satu miliar produk dan termasuk 20 website yang paling sering dikunjungi.

Sebanyak 60% paket kiriman yang beredar di Tiongkok berasal dari Alibaba. Perusahaan ini juga punya sistem pembayaran sendiri untuk memudahkan penggunanya, bernama Alipay.

Sejak lama Ma ingin membawa perusahaannya go publik namun sempat gagal ketika ditolak oleh regulator Hong Kong untuk IPO September tahun lalu.

Akhirnya ia memilih untuk menjual saham Alibaba di Amerika Seikat (AS) dengan melantai di Bursa New York. Perusahaan dari Tiongkok ini memasang kisaran harga saham perdananya antara US$ 66-68 per lembar, naik dari patokan sebelumnya yaitu US$ 60-66 per lembar.

Dengan demikian, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini bisa bernilai hingga US$ 165,5 miliar (Rp 1.655 triliun). Sementara target raupan dananya bisa mencapai US$ 21,8 miliar (Rp 220 triliun) sampai maksimal US$ 24,3 (Rp 243 triliun).

Meski dengan target raupan dana yang fantastis, saham Alibaba ternyata kelebihan permintaan sehingga para penjamin emisi aksi korporasi ini memutuskan untuk menutup pemesanan pada Selasa waktu setempat.

(ang/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed