Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.910 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,890 poin (0,13%) ke level 5.151,788 di tengah koreksi yang terjadi di bursa-bursa Asia. Pengumuman susunan kabinet yang disampaikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memberi sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 4,820 poin (0,09%) ke level 5.140,078. Aksi jual asing belum berhenti 'menghajar' IHSG.
Sayangnya penguatan IHSG ini tidak bertahan lama. Setelah sempat naik ke titik tertingginya hari ini di level 5.156, IHSG langsung terkena aksi jual dan jatuh ke zona merah.
Menutup perdagangan, Selasa (16/9/2014), IHSG terpangkas 14,395 poin (0,28%) ke level 5.130,503. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,987 poin (0,34%) ke level 867,342.
Investor asing masih terus melepas saham dan tarik dana ke luar lantai bursa. Transaksi asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai lebih dari Rp 500 miliar di pasar reguler.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.664 kali dengan volume 4,3 miliar lembar saham senilai Rp 4,2 triliun. Sebanyak 112 saham naik, 164 turun, dan 105 saham stagnan
Bursa-bursa di Asia kompak melemah sore hari ini. Rencana The Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga membuat investor khawatir.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 36,76 poin (0,23%) ke level 15.911,53.
- Indeks Hang Seng melemah 220,98 poin (0,91%) ke level 24.136,01.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 42,58 poin (1,82%) ke level 2.296,56.
- Indeks Straits Times jatuh 40,62 poin (1,23%) ke level 3.271,85.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 14.000 ke Rp 1,4 juta, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 965 ke Rp 3.689, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 875 ke Rp 5.025, dan Indocement (INTP) turun Rp 475 ke Rp 23.525.
(ang/hds)











































