Pasar uang antar bank masih baik dan suku bunga merata. Sementara likuiditas bank dan pasar uang stabil.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad di acara Investor Summit and Capital Market Expo 2014 dengan tema 'Investasi di Pasar Modal Sebagai Gaya Hidup Untuk Masa Depan yang Lebih Baik,' di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (17/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan IHSG ini masih kalah dengan indeks acuan di Bursa India yang saat ini masih nomor satu di dunia dengan pertumbuhan 25,%. Bursa domestik juga masih di bawah Filipina (+21,91%) dan Thailand (+20,54%).
Hingga kemarin, nilai kepemilikan saham investor asing di pasar modal Indonesia mencapai 64,34% dengan nilai Rp 53,8 triliun. Surat berharga negara sebesar Rp 11,71 triliun.
"Investor asing meminati cukup tinggi," katanya.
Menurutnya, perekonomian Indonesia masih memiliki potimisme untuk terus berkembang ke depan.
"Awl September perekonomian kita masih ada optimisme tinggi, perkembangan positif, tren pasar modal menggembirakan. IHSG pertumbuhannya tertinggi di kawasan kita. Pada 18 September ditutup 5.200. OJK fungsinya menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Muliaman.
Menurut dia, pihaknya terus mendorong untuk bisa meningkatkan masyarakat ikut serta dalam pengembangan sektor keuangan di Indonesia.
"Perlu sinergi optimal antar sektor jasa keuangan, saling melengkapi dan daya saing dan memitigasi dari interkoneksi ini," pungkasnya.
(drk/ang)











































