Mengakhiri perdagangan, Rabu (17/9/2014), IHSG ditutup melaju 57,681 poin (1,12%) ke level 5.188,184. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 11,318 poin (1,30%) ke level 878,660.
Wall Street berakhir positif setelah melewati perdagangan yang fluktuatif. The Federal Reserve memutuskan menahan tingkat suku bunga tetap rendah, membuat Dow Jones cetak rekor tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan namun dengan poin yang terbatas. Investor domestik masih berburu saham selagi asing mengambil untung.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 168,31 poin (1,06%) ke level 16.056,98.
- Indeks Straits Times naik 7,37 poin (0,22%) ke level 3.303,85.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Rabu (17/9) IHSG ditutup naik 58 poin (+1,12%) ke level 5.188,18 mengikuti kenaikan sejumlah bursa regional lainnya. Secara teknikal, IHSG keluar dari fase minor sideways dan kembali melanjutkan fase uptrend dengan tutup di atas garis MA20-nya.
Asing masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp135 miliar dengan saham-saham yang banyak dilepas asing a.l. BBRI, BMRI, AALI, ASII, TBIG dan BMRI. Sementara itu saham-saham yang menjadi pendorong IHSG a.l. BBCA, ASII, TLKM, BBRI dan UNVR.
Hari ini (18/9), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.130 - 5.225 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BSDE, LPKR, LSIP, TAXI dan MLPL.
Rupiah Rabu (17/9) ditutup di level 11.970 dan hari ini (18/9) diperkirakan akan bergerak di kisaran 11.880-12.030.
Trust Securities
Seperti layaknya orang yang bosan tertekan dan akhirnya lepas dari tekanan, laju IHSG pun langsung mencuat setelah terimbas penguatan bursa saham AS yang juga berimbas pada laju bursa saham Asia. Pelaku pasar pun memanfaatkan momen tersebut untuk kembali mengamumulasi saham-saham yang telah melemah sebelumnya diantaranya properti, keuangan, dan beberapa saham pada sektor komoditas. Meski laju Rupiah masih terdepresiasi dan asing masih jualan namun, laju IHSG berhasil bertengger di zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5198,29 (level tertingginya) di mid sesi 1 dan menyentuh level 5157,86 (level terendahnya) di awal sesi dan berakhir di level 5188,18. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (17/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5150-5175 dan resisten 5192-5208. Separating lines mendekati middle bollinger band (MBB ). MACD bertahan dari penurunannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik. Laju IHSG tertahan di atas target support (5118-5124) dan mampu melewati target resisten (5145-5158). Meski terjadi kenaikan namun, IHSG kembali meninggalkan utang gap tipis di level 5156-5157. Tidak terlalu besarnya utang gap tersebut dan harapan akan adanya penguatan lanjutan maka diharapkan IHSG dapat merealisasikan kenaikan tersebut.
(ang/ang)











































