"Kita lihat terjadi pelemahan di regional dan juga di Indonesia ada pelemahan, itu satu hal yang wajar. Saya ingin kita tetap tenang karena ini satu kondisi yang banyak dipengaruhi oleh kondisi dunia," kata Agus kala ditemui di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Dolar yang perkasa, lanjut Agus, dipicu oleh keputusan bank sentral AS (The Federal Reserves) yang mempertahankan suku bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor, tambah Agus, ada yang mengurangi portofolio di pasar keuangan negara-negara berkembang. Instrumen jangka panjang diubah menjadi jangka pendek.
"Itu berdampak kepada dunia. Kita lihat terjadi pelemahan di regional dan juga di Indonesia. Saya ingin sampaikan bahwa kondisi yang berkembang di dunia sudah kita antisipasi dari 6 bulan sebelum ini," kata Agus.
Jika suku bunga acuan di AS naik, bagaimana respons BI? Apakah BI Rate juga akan dinaikkan?
"Belum ada," tegas Agus.
Mengutip data Reuters, saat ini dolar diperdagangkan di posisi Rp 12.030. Posisi tertinggi untuk perdagangan hari ini adalah Rp 12.035.
(hds/dnl)











































