"Jadi bukan hanya soal fundamental ekonomi. Tahun depan adalah awal pemerintahan baru. Market ingin lihat sistem kerja di pemerintahan baru seperti apa nantinya," kata Agus di gedung BI, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Investor, lanjut Agus, akan menagih janji yang pernah dilontarkan Jokowi-JK saat kampanye. "Tak bisa cuma dengan ucapan, harus dibuktikan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Agus optimistis ekonomi Indonesia pada 2015 akan tetap cerah. Namun bukan berarti tidak waspada.
Menurutnya, semester I-2015 adalah periode yang harus diwaspadai. Pasalnya, bukan tidak mungkin bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves) akan mulai menaikkan suku bunga acuan. Akibatnya, dana-dana asing akan meninggalkan negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) dan kembali ke Negeri Paman Sam.
"Indonesia cukup siap untuk menghadapi tahun 2015. Namun khusus semester I harus hati-hati," sebutnya.
(mkl/hds)










































