Menutup perdagangan, Kamis (18/9/2014), IHSG bertambah 19,958 poin (0,38%) ke level 5.208,142. Sementara Indeks LQ45 tumbuh 8,104 poin (0,92%) ke level 886,764.
Saham-saham di Wall Street berakhir positif sehari setelah The Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga di titik terendah. Investor pun berburu saham dan membuat Dow Jones serta S&P 500 cetak rekor tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan bisa melanjutkan penguatan berkat adanya sentimen positif dari Wall Street. Aksi beli investor asing diharapkan bisa muncul kembali dukung IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 206,59 poin (1,29%) ke level 16.274,16.
- Indeks Straits Times menguat 10,76 poin (0,33%) ke level 3.308,05.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG ditutup menguat tipis melanjutkan rebound yang terjadi sehari sebelumnya menyusul sentimen positif dari bursa regional. Bursa regional kemarin ditutup meningkat mengikuti sentimen bursa global. Bank Sentral Eropa meluncurkan Targeted Long Term Refinancing Operations (TLTROs) dengan memberikan pinjaman murah mulai Kamis dengan prakiraan sebesar 400 miliar euro (US$ 518 miliar). Sedangkan Bank Sentral China mengeluarkan stimulus sebesar US$ 81 miliar pada 5 bank BUMN terbesar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi China. Kedua hal ini memberikan sentimen positif bagi bursa global dan regional seiring peningkatan likuiditas global. Sementara dari AS diberitakan The Fed menyatakan bahwa tapering akan selesai on-track pada bulan Oktober dan saat ini pembelian aset diturunkan menjadi US$ 15 miliar per bulan. Selain itu Janet Yellen menyatakan utilisasi pasar tenaga kerja masih rendah dengan tingkat inflasi masih bawah target Fed. Fed rate akan dinaikkan bila perbaikan signifikan terjadi pada pasar tenaga kerja dan target inflasi tercapai. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan menguat. Kami juga melihat pergerakan indeks masih akan dibayangi oleh nilai tukar rupiah yang masih bergejolak. Di sisi lain, dapat diperhatikan saham-saham berpendapatan dolar (dolar earner) untuk trading jangka pendek. Kisaran support-resistance 5.180-5.230.
Bahana Securities
Pada perdagangan Kamis (18/9) IHSG ditutup naik 20 poin (+0,38%) ke level 5.208,14 mengikuti kenaikan sejumlah bursa regional lainnya. Secara teknikal, meski masih di jalur uptrend, kenaikan IHSG hari ini tidak didukung volume dan tertahan resist fibo 76,4%.
Asing melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 251 miliar dengan saham-saham yang banyak dibeli asing a.l. BBNI, TLKM, BMRI, ASII dan LPPF. Sementara itu saham-saham yang menjadi pendorong IHSG a.l. BBCA, ASII, TLKM, BBRI dan UNVR.
Hari ini (19/9), IHSG diperkirakan akan melemah dan bergerak di kisaran 5.170 - 5.225 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBNI, BMRI, ASII, LPPF dan APLN.
Rupiah Kamis (18/9) ditutup di level 11.985 dan hari ini (19/9) diperkirakan akan bergerak di kisaran 11.929 - 12.080.
(ang/ang)











































