Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,293 poin (0,16%) ke level 5.216,435 didorong sentimen positif rekor Wall Street semalam. Aksi beli langsung muncul sejak pembukaan perdagangan.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sejak pembukaan perdagangan, terus menanjak sampai ke titik tertingginya hari ini di 5.248. Indeks bisa tembus rekor intraday jika berhasil tembus 5.262.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir seluruh indeks sektoral bisa menguat berkat aksi beli ini, kecuali sektor konsumer dan aneka industri terkena aksi ambil untung. Investor domestik paling semangat berburu saham.
Jika bisa mempertahankan momentum, IHSG bisa mencetak rekor sore nanti. Rekor terakhir yang diraih IHSG ada di level 5.246,483 yang diraih pada Senin 8 September lalu.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.902 kali dengan volume 2,9 miliar lembar saham senilai Rp 3,1 triliun. Sebanyak 174 saham naik, 88 turun, dan 89 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa regional siang hari ini tak jauh berbeda dari pagi tadi. Bursa saham Tiongkok melemah terkena aksi ambil untung setelah sempat naik tinggi.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 287,16 poin (1,79%) ke level 16,354.73.
- Indeks Hang Seng menguat 86,23 poin (0,36%) ke level 24.254,95.
- Indeks Komposit Shanghai menipis 2,36 poin (0,10%) ke level 2.313,56.
- Indeks Straits Times naik 12,08 poin (0,37%) ke level 3.309,37.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.250 ke Rp 5.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 675 ke Rp 55.875, Matahari (LPPF) turun Rp 525 ke Rp 16.175, dan Unilever (UNVR) turun Rp 375 ke Rp 31.600.
(ang/hds)











































