Menurut Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 1 BEI I Gede Nyoman Yetna, suspensi saham ini dilakukan merujuk pada informasi adanya event of default atas pembayaran bunga dari Secured Equity-linked Redeembale Notes senilai US$ 100 juta tersebut.
Anak usaha Grup Bakrie tersebut belum bisa menjelaskan situasi tersebut sehingga BEI perlu melakukan langkah demi menjaga pasar yang teratur, wajar, dan efisien. Bursa pun sudah mensuspensi sahamnya pada perdagangan hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi tersebut punya tingkat bunga 8%. Perseroan belum memenuhi pembayaran bunga tersebut dan belum bisa menjelaskan kepada BEI dan masyarakat.
(ang/hds)











































