IHSG Tertekan Bursa Global

Rekomendasi Saham

IHSG Tertekan Bursa Global

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2014 08:50 WIB
IHSG Tertekan Bursa Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terkena aksi ambil untung sampai terpangkas 31 poin. Indeks parkir di zona merah dua hari berturut-turut.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (23/9/2014), IHSG ditutup terpangkas 31,689 poin (0,61%) ke level 5.188,144. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,341 poin (0,82%) ke level 883,671.

Saham-saham di Wall Street berakhir negatif, Indeks S&P 500 melemah tiga hari berturut-turut. Investor mulai khawatir akan pertumbuhan ekonomi dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 116,81 poin (0,68%) ke level 17.055,87, Indeks S&P 500 kehilangan 11,52 poin (0,58%) ke level 1.982,77 dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 19,00 poin (0,42%) ke level 4.508,69.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan melemah mengikuti pergerakan bursa AS dan Eropa. Sentimen negatif juga datang dari bursa Asia yang kompak melemah.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 35,90 poin (0,22%) ke level 16.170,00.
  • Indeks Straits Times menipis 0,86 poin (0,03%) ke level 3.297,23.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (23/9) IHSG ditutup turun 32 poin (-0,61%) ke level 5.218,11 dengan asing kembali melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 571,7 miliar.

Saham-saham yang banyak dilepas asing a.l. ASII, BBRI, TLKM, AALI dan SMGR. Sementara itu Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. BBCA, ASII, BBRI, BMRI, dan UNVR.

Secara teknikal, indeks turun dengan volume namun meninggalkan gap di 5.202-5.209. Indeks terlihat mencoba test garis support MA(10,20) dengan stochastic berpotensi deathcross sementara RSI dan MACD kembali negatif.

Hari ini (24/9), IHSG diperkirakan akan bergerak melemah dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. KLBF, BBCA, SMRA, PTBA dan PSAB.

Rupiah Selasa (23/9) ditutup di level 11.973 dan hari ini (24/9) diperkirakan akan bergerak di kisaran 11.929-12.032.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) pasca pemerintah mengeluarkan peraturan pajak yang baru. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,68% dan indeks S&P500 sebesar -0,58%.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -0,20% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun -0,32%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak mixed. Harga minyak mentah WTI turun -0,01% ke level US$90,55 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat +0,11% ke posisi US$1.226 per troy ounce.

Dari dalam negeri, publik menanti keputusan rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah (RUU Pilkada) yang sedianya akan diputuskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) esok hari. Di sisi lain, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dikabarkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp3000 per liter, segera setelah mereka dilantik.

Sementara itu, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah membentuk gap down ditutup turun -0,61% ke level 5.188. Indeks masih akan bergerak mixed dikisaran 5.186 – 5.245.

Indikator stochastic masih di area bullish dan membentuk deadcross mengindikasikan reversal. Hari ini Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Indeks bergerak dikisaran support 5.181 dan resistance 5.199.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads