Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.940 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.970 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 1,984 poin (0,04%) ke level 5.198,098. Namun aksi ambil untung terpaksa menyeret indeks jatuh lagi ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 10,933 poin (0,21%) ke level 5.199,047 dibantu perburuan saham investor lokal. Minimnya sentimen positif membuat Indeks bergerak datar.
Aksi beli investor domestik berhasil membawa indeks bertahan di zona hijau. Meski poin yang dicetaknya masih tipis namun indeks sempat menanjak kembali ke level 5.200.
Menutup perdagangan, Rabu (24/9/2014), IHSG terkoreksi 14,107 poin (0,27%) ke level 5.174,007. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,957 poin (0,56%) ke level 878,714.
Investor lokal mencatat penjualan bersih dengan volume transaksi yang cukup aktif. Sedangkan investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai lebih dari Rp 300 miliar di pasar reguler.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 190.662 kali dengan volume 5,8 miliar lembar saham senilai Rp 4,3 triliun. Sebanyak 177 saham naik, 117 turun, dan 87 saham stagnan
Bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan mixed, sebagian melemah dan sisanya masih bisa menguat. Kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia menghambat transaksi di pasar saham Asia.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 38,45 poin (0,24%) ke level 16.167,45.
- Indeks Hang Seng naik 88,77 poin (0,37%) ke level 23.925,84.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 33,86 poin (1,47%) ke level 2.343,57.
- Indeks Straits Times turun 7,83 poin (0,24%) ke level 3.290,26.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain XL Axiata (EXCL) turun Rp 275 ke Rp 6.175, BW Plantation (BWPT) turun Rp 235 ke Rp 720, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 225 ke Rp 13.150, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 26.300.
(ang/hds)











































