Penguatan IHSG Melambat, Lengser Lagi dari 5.200

Penguatan IHSG Melambat, Lengser Lagi dari 5.200

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2014 12:16 WIB
Penguatan IHSG Melambat, Lengser Lagi dari 5.200
Jakarta - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini sedikit melambat gara-gara aksi ambil untung investor asing. Indeks pun harus turun lagi dari level 5.200.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 27,505 poin (0,53%) ke level 5.201,512 didorong sentimen positif dari pasar global dan regional. Pelaku pasar kembali bersemangat berburu saham.

Saham-saham yang kemarin kena koreksi kini bisa menguat. Indeks mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.213.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (25/9/2014), IHSG naik 18,100 poin (0,35%) ke level 5.192,107. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,301 poin (0,38%) ke level 882,015.

Saham-saham konsumer memimpin penguatan. Namun ada sektor yang terkena aksi ambil untung investor asing, yaitu agrikultur, industri dasar, dan aneka industri.

Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 114.121 kali dengan volume 2,3 miliar lembar saham senilai Rp 2,5 triliun. Sebanyak 179 saham naik, 94 turun, dan 69 saham stagnan

Bursa-bursa regional bergerak mix siang hari ini setelah pagi tadi kompak menguat. Pasar saham Hong Kong dan Singapura jaruh ke zona merah.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 167,19 poin (1,03%) ke level 16.334,64.
  • Indeks Hang Seng menipis 17,89 poin (0,07%) ke level 23.903,72.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 12,33 poin (0,53%) ke level 2.355,91.
  • Indeks Straits Times turun 5,06 poin (0,15%) ke level 3.287,75.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 775 ke Rp 56.575, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.000, Unilever (UNVR) naik Rp 275 ke Rp 31.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 26.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 275 ke Rp 22.850, Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 16.350, BW Plantation (BWPT) turun Rp 180 ke Rp 540, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 5.575.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads