Dari beberapa investor yang dihubungi dan mengirim ceritanya ke redaksi detikFinance, rata-rata pembayaran bunga investasinya itu mulai berhenti pada bulan Maret 2014 lalu. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya pembayaran bunga dan pokok berjalan lancar.
Investor juga tidak menaruh curiga sama sekali kepada Brent Securities, apalagi bunga yang ditawarkan juga biasa saja hanya sekitar 10-11% per tahun, tidak seperti investasi bodong yang biasanya menawarkan bunga fantastis dan bulanan bukan tahunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sebenarnya sudah melakukan riset terlebih dahulu sebelum memasukkan dana ke BV. Track record yang saya check di website tidak mengindikasikan adanya keraguan," katanya, Jumat (26/9/2014).
"Pada awal investasi kupon dibayar tepat waktu tetapi menjelang pembayaran kupon terakhir dan modal awal di bulan Juni mulai terjadi keanehan karena molor dan ketika manajemen ditelepon selalu tidak ada," ujarnya.
Bahkan, kata Ivan, pihak BV yang dihubunginya mengaku perusahaan sedang tidak ada uang tapi dana investor akan diutamakan begitu perusahaan ada uang lagi.
"Sempat kami para investor mendatangi rumah Yandi (Suratna Gondoprawiro, Presdir BV), mobil mewah berjejer tapi tidak bisa ditemui dengan alasan tidak ada di rumah. Padahal dana yang saya tempatkan merupakan modal untuk memulai keluarga baru setelah saya menikah," katanya.
Ia pun berharap banyak kasus ini bisa diselesaikan dengan baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dana investor bisa kembali.
Apakah Anda juga korban dari Brent Securities dan ingin berbagi pengalaman investasi? Apa harapan Anda terhadap OJK dan BEI atas kasus ini? Kirim cerita dan pendapat Anda ke redaksi@detikFinance.com.
(ang/dnl)











































