Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.025 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.970 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 58,347 poin (1,50%) ke level 5.123,142 terseret sentimen negatif dari pasar global dan regional. Investor langsung melepas aset-aset yang berisiko tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 84,465 poin (1,62%) ke level 5.116,914 setelah makin marak aksi jual investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
Posisi terendah yang sempat dihinggapi Indeks hari ini ada di level 5.105,032. Tekanan jual tak ada henti-hentinya sejak pembukaan perdagangan.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (26/9/2014), IHSG jatuh 68,816 poin (1,32%) ke level 5.132,563. Sementara Indeks LQ45 anjlok 13,887 poin (1,57%) ke level 870,523.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kena koreksi. Koreksi paling dalam dialami sektor tambang dan finansial, sektor tempat saham-saham unggulan.
Investor lokal masih mencatat pembelian bersih. Namun investor asing terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sekitar Rp 1,4 triliun di pasar reguler.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 225.051 kali dengan volume 5,2 miliar lembar saham senilai Rp 6,6 triliun. Sebanyak 66 saham naik, 240 turun, dan 64 saham stagnan.
Hanya satu bursa saham di Asia yang berhasil menguat, yaitu pasar saham Tiongkok. Bursa regional lainnya terjebak di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 144,28 poin (0,88%) ke level 16.229,86.
- Indeks Hang Seng turun 89,72 poin (0,38%) ke level 23.678,41.
- Indeks Komposit Shanghai naik 2,61 poin (0,11%) ke level 2.347,72.
- Indeks Straits Times menipis 1,09 poin (0,03%) ke level 3.289,90.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 25.150, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 825 ke Rp 15.125, Indocement (INTP) turun Rp 675 ke Rp 22.175, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 525 ke Rp 20.150.
(ang/hds)











































