Dipicu Saham Bank & Telekomunikasi
IHSG Anjlok 17,047 Poin
Senin, 10 Jan 2005 16:20 WIB
Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan Senin (10/1/2005) anjlok 17,047 poin pada level 1015,478. Aksi profit taking yang dilakukan investor terutama pada saham-saham perbankan dan telekomunikasi membuat IHSG terpuruk.Indeks LQ 45 turun 4,456 poin pada level 222,843, JII turun 4,176 poin pada level 171,046, MBX turun 4,861 poin pada level 271,429 dan DBX turun 2,507 poin pada level 231,332. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 21.150 kali pada volume 4.029.133 lot saham senilai Rp 1,644 triliun. Sebanyak 29 saham naik, 109 saham turun dan 228 saham stagnan. Saham-saham yang turun harganya di top loser diantaranya Indosat turun Rp 250 menjadi Rp 6150, Telkom turun Rp 174 menjadi Rp 4950, BCA turun Rp 125 menjadi Rp 2825, Bank Mandiri turun Rp 75 menjadi Rp 1925, Bank Danamon turun Rp 75 menjadi Rp 4250, Atra Internasional turun Rp 50 menjadi Rp 9750 dan Bank Niaga turunR p 10 menjadi Rp 450.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer diantaranya Gudang Garam naik Rp 200 menjadi Rp 14.150, Komatsu Indonesia naik Rp 150 menjadi Rp 3950, Hero naik Rp 100 menjadi Rp 3000, HM Sampoerna naik Rp 50 menjadi Rp 7000 dan Unilever Indonesia naik Rp 25 menjadi Rp 3350. Menurut Fendy Susianto, analis dan Bank BNI aksi profit taking baik oleh investor lokal maupun asing membuat indeks turun tajam pada hari ini meski masih ada sentimen positif seperti moratorium utang. Namun sentimen positif ini tidak mampu membendung aksi profit taking investor. Menurut dia, investor juga melepas saham perbankan kaerna khawatir kebijakan BI yang akan mengkaji ulang rencana penghapusan Fasbi. Pasalnya selama ini perbankan banyak menyisihkan dananya ke Fasbi (Fasilitas bank Indonesia) sehingga dengan kebijakan itu terpaksa harus melakukan ekspansi kredit yang besar.
(qom/)











































