Dikutip dari Reuters, Selasa (30/9/2014), dolar AS saat ini diperdagangkan di Rp 12.210. Posisi dolar AS yang terkuat ada di Rp 12.230.
Ini merupakan posisi rupiah terlemah sejak 27 Desember 2013. Saat itu, dolar diperdangkan di posisi Rp 12.260.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing, lanjut riset First Asia Capital, masih akan melepas aset-aset dalam mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Pekan lalu, investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih (nett foreign sell) hingga Rp 2,98 triliun.
Pelaku pasar masih memperhatikan isu kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga di AS. Mereka kini tengah mengambil ancang-ancang untuk kembali ke AS ketika suku bunga di Negeri Paman Sam sudah dinaikkan oleh The Federal Reserves/The Fed.
"Pelemahan rupiah merupakan dampak antisipasi kenaikan tingkat bunga The Fed telah. Kemudian juga menekan saham sektoral terutama yang sensitif terhadap interest rate seperti saham sektor properti," sebut laporan itu.
Sementara riset Mandiri Sekuritas menyebutkan ada pula faktor domestik yang berkontribusi terhadap pelemahan rupiah. Saat ini, politik dalam negeri sedikit memanas akibat isu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah seiring memanasnya kondisi politik nasional pasca disahkannya Pilkada melalui DPRD. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri langsung menggelar rapat terbatas setibanya di Tanah Air dini hari tadi, dari kunjungannya ke Portugal, AS, dan Jepang," papar riset tersebut.
(hds/dnl)











































