Dalam satu bulan terakhir, tiga indeks acuan di bursa Paman Sam melemah, tapi mencetak pertumbuhan dalam tiga bulan terakhir alias triwulanan.
Loyonya harga minyak dunia membuat saham-saham energi kena koreksi. Sedangkan saham-saham material bergerak ke bawas gara-gara harga komoditas yang juga turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar masih berusaha untuk bertahan di tengah situasi seperti ini. Saya kira triwulan berikutnya akan lebih berat dari sebelumnya, soalnya posisi indeks sudah sangat tinggi," kata Uri Landesman, pemilik Platinum Partners di New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (1/10/2014).
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 28,32 poin (0,17%) ke level 17.042,9, Indeks S&P 500 kehilangan 5,51 poin (0,28%) ke level 1.972,29 dan Indeks Komposit Nasdaq turun 12,46 poin (0,28%) ke level 4.493,39.
Dalam sebulan, Indeks Dow Jones berkurang 0,3%, Indeks S&P 500 turun 1,5% dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 1,9%. Sedangkan dalam triwulan terakhir, Indeks Dow tumbuh 1,3%, S&P 500 bertambah 0,6% dan Nasdaq menanjak 1,9%.
(ang/ang)











































