Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,995 poin (0,21%) ke level 5.148,574 di tengah tren pelemahan bursa Asia. Pelaku pasar masih lakukan aksi tunggu.
Aksi beli belum terlalu ramai, masih banyak juga aksi ambil untung yang terjadi di lantai bursa. Indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di 5.124,230.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan jadi incaran aksi beli investor, terutama di sektor perkebunan dan finansial. Aksi jual investor asing menghambat penguatan IHSG.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi September 2014. Bulan lalu, terjadi inflasi 0,27% secara bulanan. Dengan demikian, laju inflasi September 2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) adalah 4,53%. Sementara laju inflasi Januari-September 2014 (year to date) adalah 3,71%.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.768 kali dengan volume 3,3 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 118 turun, dan 80 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak kompak di zona merah hingga siang hari ini. Sementara bursa saham Tiongkok dan Hong Kong hari ini tidak berdagang.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 27,74 poin (0,17%) ke level 6.145,78.
- Indeks Straits Times turun 9,95 poin (0,30%) ke level 3.266,79.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 1.350 ke Rp 9.600, BRI (BBRI) naik Rp 225 ke Rp 10.650, Siloam (SILO) naik Rp 225 ke Rp 15.250, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 200 ke Rp 7.650.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 71.650, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 200 ke Rp 8.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 13.000, dan ABM Investama (ABMM) turun Rp 195 ke Rp 2.630.
(ang/hds)











































