Diduga berencana menghilangkan barang bukti terkait kasus suap Bupati Bogor. Saat dijemput, Cahyadi tengah makan di sebuah restoran di Sentul.
Saham perusahaan properti itu langsung menyambut negatif penangkapan bosnya tersebut. Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/10/2014), pagi tadi saham berkode BKSL itu langsung anjlok 12,7% tak lama setelah pembukaan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahamnya cukup aktif diperdagangkan. Tercatat 2.833.202 lot sahamnya ditransaksikan 2.888 kali dengan nilai Rp 26,3 miliar sampai siang hari ini. Harga rata-rata saham BKSL ditransasikan di Rp 92,9 per lembar.
Pelemahan saham BKSL ini terjadi saat saham-saham properti lain menguat, seperti PT Adhi Karya tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), dan lain-lain.
Indeks sektor konstruksi juga hingga siang hari ini naik 1,39 poin (0,31%) ke level 447.778. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 8,301 poin (0,16%) ke level 5.145,880 siang ini.
(ang/dnl)











































