Investor Asing Khawatir Jokowi Tak Leluasa Pimpin Indonesia

Investor Asing Khawatir Jokowi Tak Leluasa Pimpin Indonesia

- detikFinance
Jumat, 03 Okt 2014 09:30 WIB
Investor Asing Khawatir Jokowi Tak Leluasa Pimpin Indonesia
Jakarta -

Koreksi dahsyat terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin. Dana asing juga mengalir ke luar lantai bursa hingga Rp 1,4 triliun dalam sehari.

Menurut hasil riset Daewoo Securities, investor asing melakukan aksi jual dalam jumlah banyak karena sentimen negatif dari pasar global.

"Yang menyebabkan penjualan dari investor asing selain dari faktor global juga dari faktor dalam negeri khususnya kekwatiran Presiden Terpilih, Jokowi, tidak dapat leluasa menjalankan kebijakannya apalagi yang berkaitan dengan kebijakan yang harus mendapat persetujuan dari DPR," kata Daewoo dalam risetnya, Jumat (3/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengaruh faktor eksternal dan internal telah membuat indeks turun 2,7% kemarin dan di tutup di level psikologis 5.000. Penurunan indeks ini merupakan penurunan indeks terbesar dalam satu hari pada tahun ini.

Sebelumnya indeks turun 2,54% pada tanggal 20 Maret 2014 dan 2,58% pada tanggal 27 Januari 2014. Investor asing menjadi pemimpin dalam penjualan saham bersih pada transaksi kemarin yakni Rp 1,4 triliun.

Menurut Daewoo, ada beberapa faktor non ekonomi dalam negeri yang akan menjadi perhatian investor dalam waktu dekat. Pertama, siapa saja yang mengisi posisi menteri di Kabinet.

Diperkirakan jajaran kabinet ini akan diumumkan pada tanggal 22 Oktober 2014 setelah pelantikan Jokowi menjadi presiden. Kedua adalah kebijakan penting pertama yang akan diambil Jokowi, yaitu kenaikan harga BBM.

"Pemerintah tidak perlu meminta izin kepada DPR untuk menaikan BBM namun dampak dari kenaikan BBM ini akan mengakibatkan berubahnya postur APBN yang harus dengan persetujuan DPR, misalkan alokasi penghematan subsidi untuk pos belanja lainnya," ujarnya.

"Di tengah banyaknya ketidakpastian, kami masih melihat setiap penurunan merupakan kesempatan untuk investor membeli saham yang mempunyai fundamental yang kuat. Terlebih belajar dari pengalaman pada tahun ini, Indeks pulih kembali dan mencapai level sebelum penurunan dalam beberapa perdagangan setelah kejatuhan indeks (lebih dari 2%)," tambahnya.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads