Presiden Direktur Blue Bird Purnomo Prawiro menyebutkan, perseroan berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 531.400.000 lembar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdananya.
"Saham yang kami tawarkan kepada publik adalah sampai 20% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum," kata Purnomo saat acara Due Diligence Meeting dan Public Expose Perseroan di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (3/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, rencana IPO juga dilakukan untuk memperkuat penetrasi dan ekspansi ke lokasi baru, mengembangkan bisnis limusin, dan sewa mobil atau bus, serta memperkuat kualitas pelayanan dan efisiensi operasional.
"Kami optimis IPO ini akan memperoleh tanggapan positif dari berbagai kalangan. Melalui IPO, perseroan akan berkomitmen untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat posisi kami di bidang jasa transportasi, khususnya melalui penambahan jumlah mobil pada armada," ujar dia.
Sebelumnya, operator taksi terbesar di Indonesia itu dikabarkan menargetkan dana IPO hingga Rp 4 triliun.
PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT UBS Securities Indonesia ditunjuk menjadi joint global co-ordinators dan bookrunners dalam IPO terbesar tahun 2014 ini.
Blue Bird sudah merencanakan IPO sejak awal tahun tapi terpaksa molor karena ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi. Langkah Blue Bird ini mengikuti jejak PT Express Transindo Utama (Express Group) yang telah listing terlebih dahulu November 2012.
(drk/ang)











































